June 2013
6 posts
Have a safe flight my cece and brother in law – at Juanda International Airport (SUB) – See on Path.
May 2013
25 posts
cari asupan buat mata setelah semalam bekerja – at Excelso Express – See on Path.
At Excelso Express – See on Path.
Aku tahu banyak hal.
Aku telah belajar banyak hal.
Aku ahli dalam beberapa hal.Aku tahu bagaimana caranya menuliskan puisi.
Ratusan puisi.
Khusus untukmu.
Atau untuk rasaku yang kuingin kau dan bahkan semua orang tahu.Aku tahu bagaimana caranya mencintaimu dengan baik.
Karena itulah yang…
Sebuah Pesan Sederhana dari Perempuan
“Kepadamu lelaki,
ada yang perlu kau pahami,
Sebaik hati memahami rasa yang mampir tiba-tiba.”
Tuan, terkadang perempuan memang suka melupa.
Bahwa dunia ini bukanlah tersusun dari apa yang ada di hati saja.
Perempuan terkadang suka tak ingat,
bahwa pada banyak hal yang menggunakan akal,
logika tetap adalah kepalanya.
Namun,
itu sama sekali tak berarti
kami adalah makhluk yang selalu pakai hati,
dan tak mampu menggunakan otak kami.
Maka, jika menurutmu perempuan suka mencari masalah atas hal-hal kecil yang tak layak dijadikan masalah,
aku berpesan satu saja padamu :
“Bila tak mampu mengerti kami dengan utuh,
cintai saja kami dengan baik,
sebaik yang kau mampu,
sebaik hatimu bisa merasa cinta.”
Semoga itu cukup sederhana.
Kalibata, 25 April 2013
- Tia Setiawati Priatna
lunch and alone – at Top Noodles Xpress - Royal Plaza, Surabaya – See on Path.
April 2013
75 posts
At The House of Raminten – See on Path.
At Roemi x-traordinary ice cream and cafe resto – See on Path.
menambah gizi *lempar timbangan jauh-jauh* – at Milken The Story Of Milk, Coffee And Brotherhood – See on Path.
At Paragon City Mall – See on Path.
alhamdulillah – at Ahmad Yani International Airport (SRG) – See on Path.
At Juanda International Airport (SUB) – See on Path.
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang setia menunggumu
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu menanti kabarmu
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu mendoakanmu
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu memanggil namamu di tengah sujud malamnya
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu menatap pint menunggu kedatanganmu
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu menatap telepon menunggu kau memanggilnya dari sebrang
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang selalu berharap kau menyapanya lewat pesan singkat di handphonenya
Kepada tuan yang sering lupa hati wanita begitu rapuh
Kepada tuan yang sering lupa kesabaran ada batasnya
Kepada tuan yang sering lupa ada wanita yang perlahan - lahan menjauh pergi
Kepada tuan yang sering lupa penyesalan selalu datang terlambat
Kepada tuan yang sering lupa kesempatan kedua sulit sekali didapatkan
Kepada tuan yang sering lupa kata maaf sering kali hanya bisa dijawab ” Ini semua sudah terlambat “
20 April 2013
. Isnawatie Mahwadha Wijayanthi .
Masih Selalu Aku
Aku masih gadis itu.
Gadis yang pertama kali kau kenal dulu.
Masih suka merajuk,
masih suka membujuk.
Aku masih gadis itu.
Gadis yang tersenyum malu
ketika tangannya kau sentuh saat berkenalan dulu.
Dia masih saja,
mampu dengan mudah kau buat merona pipinya.
Aku masih gadis itu.
Yang mudah kesal atas hal-hal kecil
yang luput dari perhatianmu.
Aku masih dia.
Dengan beberapa perubahan yang dibentuk oleh keadaan.
Aku masih dia.
Yang selalu mencintamu dengan setia.
Jakarta, 9 Januari 2013
- Tia Setiawati Priatna
Sebelum Kau Berniat Untuk Tak Setia
Cinta adalah apa yang aku rasakan.
Hubungan adalah apa yang aku komitmenkan.
Jika pernah sekali saja kau berniat untuk tak setia.
Maka ingatlah beberapa hal ini, Cinta.
Dari sekian banyak kesalahan ataupun kekhilafan
dalam mencintai dan dicintai seseorang,
tak setia adalah satu-satunya yang tidak termaafkan.
Setidaknya, ini aturan dalam berhubungan denganku.
Saat kau siap untuk melanjutkan hidupmu bersamaku.
Dari sekian banyak cerita cinta yang kutulis dengan penuh rasa,
tak setia adalah tema yang tak akan pernah kutulis.
Tak pernah berniat untuk kutulis.
Karena jika ada cerita sedih untuk ditulis dalam rangka merayakan kesendirian,
selalu ada hal lain yang layak untuk kuceritakan.
Akan kuceritakan berbagai jenis kesedihan, kecuali:
tak setia pada pasangan.
Dari sekian banyak orang yang berlaku memuakkan
dalam menyakiti pasangan yang mereka akui sangat mereka cintai,
tak setia adalah yang paling membuatku mual.
Maka, sebelum kau berniat untuk tak setia,
ada baiknya kau tahu apa yang akan kau dapatkan setelahnya.
Ah, ini bukan ultimatum ataupun ancaman.
Terkadang hal yang terburuk memang harus kita siapkan kan, Tuan?
Dan seandainya saja nanti kau sudah terlanjur tak setia,
anggaplah ini sebagai pembelajaran untukmu saja.
Tak ada lagi aku, ketika kau akan kali kedua tak setia.
Saat kau sedang tak setia yang berikutnya,
aku pasti sudah bahagia.
Dan wanita yang akan menderita nanti,
itu pasti bukan wanita ini.
Jakarta, 31 Januari 2013
- Tia Setiawati Priatna